Rabu, 09 Desember 2015

BAHAYA LIMBAH INDUSTRI

BAHAYA LIMBAH INDUSTRI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG

Makin majunya zaman makin berkurangnya ekosistem di bumi ini. Sangat di sayangi akibat pembuangan limbah industri  yang tidak di kelola dengan baik akibatnya pencemaran air di mana-mana baik di sungai atau pun di kali.

Kebiasaan para industry membuang limbah hasil produksinya sangat merugikan ekosistem alam dan dapat membuat dangalnya air sungai. Sebagian lebih dari 85% pabrik membuang hasil produsinya ke kali dan 15% di kelola dengan baik lilmbah industri tersebut. Tidak hanya pabrik-pabrik yang membuang limbah tetapi para pengusaha kecil juga membuang limbahnya sembarangan. Seperti pabrik pembuatan temped an lain-lain.

Sebagaian alasan membuang limbah sembarangan adalah karena lebih mudah membuangnya langsung ke kali atau ke sungai dari pada harus menyuling hasil limbah tersebut karena biaya lebih mahal. Maka dari itu makin parahnya tindakan tersebut dan tidak di dasari dari kesadaran bahaya membuang limbah sembarangan maka akan tambah parah merusak ekosistem lingkungan yang ada.

1.2   RUMUSAN MASALAH

 -Dari latar belakang yang telah kami uraikan masalah yang akan kami bahas.
             - Apa dampak dari pembuangan limbah industry?
             - Upaya apa yang di lakukan untuk mengguragi limbah?
             - Factor-faktor yang menyebakan membuang limbah sembarangan?

1.3  TUJUAN PENELITIAN

-Untuk menetahui bahayanya limbah industry.
-Mengetahui penyebab pembuangan libah.






















BAB II
KERANGKA TEORI


2.1 Pengertian dari limbah industry

Limbah industri adalah zat sisa yang tidak terpakai lalu di buang ke sungai atau ke kali. Zat ini merupakan awal perusakan dari lingkungan karena tidak dI olah dengan bai atau tidak di tampung di dalam wadah imbah yang telah di bikin.

Sebagian masyarakat dan juga para industri membuang hasil limbah ke bantaran sungai atau kali. Mereka tidak memikirkan dampak negative dari hasil yang mereka buang.  Pemerintah daerah sudah berupaya untuk mengguragi efek dari pembuangan limbah-limbah tersebut dari membuat gorong-gorong kusus pembuangan limbah sampai tempat penampungan limbah agar biasa di kelolah hasil limbah tersebut.

2.2 Dampak dari limbah idustri

Seperti yang telah terjadi belakangan ini. Yaitu air tanah yang menjadi bau dan berminyak, banyaknya ikan mati di pertambakan yang menggunakan air sungai, dan para petani merugi karena air irigasi ke sawahnya menjadi tercemar dan hasil padipun tidak tumbuh dengan baik.

2.3 Faktor penyebab limbah industir

Factor-faktor penyebabnya yaitu : -banyaknya gagal panen padi akibat air irigasi ke persawahan sudah tercemar aibat limbah pabrik dan Air tanah yang menjadi bau dan berminyak. Membuat para warga tidak biasa MCK.

2.4 Upaya mengatasi limbah industry

Upaya untuk mengatasi limbah yaitu membuat penagkaran hasil limbah yang telah di buat, membuat gorong-gorong sebagai jalur pembuatan libah dan menyuling hasil limbah agar bias di manfaatkan kembali.
























BAB III
DAMAPAK PENYEBAB DARI LIMBAH INDUSTRI

3.1 Cairan yang di buang mengandung zat apa.
Yang di buang dalam limbah bermacam-macam. Ada yang dari limbah pabrik, limbah para usaha kecil dan juga limbah rumah tangga. Yang palin bahaya adalah limbah industry karna dapat membuat air tanah menjadi bau. Serta limbah usaha kecil dapat membuat warna kali menjadi berwarna.

3.2 Air kali atau sungai dapat berubah warna dan rasa dari pembuangan limbah tersebut
Karna seringnya pembuangan dan juga terus menerus proses produksi maka terjadinya warna air berubah dan rasa pada air tanah akibat limbah yang di buang.

3.3 Ekosistem akan menjadi terganggu akibat pembuangan limbah
  Ekosistem akibat pembuangan limbah. Ikan-ikan menjadi mati, perubahan warna air yang derastis, rusaknya bantaran sungai akibat zat kimia.

3.4 Menyempitnya atau menjadi dangal dasar sungai aikbat banyaknya pembuangan    limbah yang tidak bertanggung jawab

     Pada zaman modern ini dengan perkembangan teknogi yang semakin maju dan cangih juga banyaknya pabrik-pabrik yang terus memproduksi barang setiap harinya. Serta juga membuang hasil limbah yang telah di keluarkan menyebabkan menjadi dangkalnya dasar sungai atau kali akibat limbah-limbah yang di buang.





BAB IV
PENUTUP


4.1 Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian tersebut atau sebelumnya. Dapat dikatakan limbah industry banyak dampak negativnya dari pada positif karena banyak merugian para petani dan warga akkibat pembuangan limbah tersebut. seharusnya para pemilik atau penggusaha mempertimbangkan pembuangan limbah tersebut agar tidak merugikan orang lain dan alam.

4.2 Saran
Setelah memahami dan membaca dari kartulis ini. Seharusnya harus lebih menjaga   dan sadar akan lingkungan dan jaga kelestarian alam.










DAFTAR PUSTAKA


Slamet Ryadi. Kesehatan Lingkungan. Karya Anda. Surabaya, 1984.
Shalahuddin Djalal Tanjung. Toksikologi Lingkungan. Pusat Studi Lingkungan Hidup. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta, 2002.
Laksmi, J. dan Rahayu,W., 1993.Penanganan Limbah Industri Pangan, Kanisius, Jakarta.
Notoatmodjo, S, (2003). Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka    Cipta
Daryanto 1995. Ekologi dan Sumber Daya alam. Bandung: Tarsito

Rabu, 07 Januari 2015

INDONESIA SUDAH HARUS MENERAPKA ISO 14001 GUNA MELESTARIKAN ALAM

Artikel :



INDONESIA SUDAH HARUS MENERAPKA ISO 14001 GUNA MELESTARIKAN ALAM
Ketika perusahaan beroperasi, maka proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebit berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Pada prinsipnya dampak yang timbul dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu dampak bio-kimia-fisik dan dampak sosial. Contoh dari dampak bio-fisik-kimia misalnya pencemaran air, pencemaran udara, kerusakan keanekaragaman hayati, atau pengurangan cadangan air tanah. Semua jenis dampak ini akan memberikan resiko yang mempengaruhi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Misalnya pencemaran air yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan, akan memberikan resiko pertanggungjawaban dalam bentuk tuntutan pidana dan tuntutan perdata, apakah tuntutan tersebut dari pemerintah, masyarakat, atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Ketika perusahaan berupaya untuk menerapkan ISO 14001, maka perusahaan tersebut telah memiliki komitmen untuk memperbaiki secara menerus kinerja lingkungannya. Namun, satu hal perlu dingat bahwa ISO 14001 merupakan standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup. Sehingga, upaya perbaikan kinerja yang dilakukan oleh perusahaan akan disesuaikan dengan sumberdaya perusahaan, apakah itu sumberdaya manusia, teknis, atau finansial.
Adabaiknya kalau perbaikan kinerja lingkungan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat karena keterbatasan finansial. Misalnya, sebuah perusahaan yang proses bisnisnya menimbulkan limbah cair yang mencemari lingkungan berupaya untuk menerapkan ISO 14001 di perusahaannya.
Dari jurnal yang berjudul Dimensi Sistem Manajemen Lingkungan yang Dominan terhadap upaya Produksi Bersih Perusahaan (Studi Kasus Industri Pengolahan Karet Remah) yang ditulis oleh Sawarni Hasibuan menjelaskan bahwa hingga saat ini komoditas karet masih menjadi tumpuan mata pencaharian Petani. Disini dapat kita lihat ternyata masih banyak hal-hal yang harus dibenahi lagi, mengingat saat ini Indonesia merupakan Negara Produsen kedua di dunia setelah Thailand. Produksi karet tersebut di ekspor ke 166 negara. Namun apabila pengolahanya tidak benar maka tidak akan memberikan keuntungan finansial.


REVIEW JURNAL POTENSI ENERGI ARUS LAUT UNTUK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI KAWASAN PESISIR FLORES TIMUR, NTT

REVIEW JURNAL :



POTENSI ENERGI ARUS LAUT UNTUK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
DI KAWASAN PESISIR FLORES TIMUR, NTT